Li mengernyit melihat ranjang pasien yang kosong. Matanya bergerak melihat David ternyata tidur di atas sofa. Li mengusap matanya berkali-kali David sudah sadar dari masa kritisnya. “David,” gumamnya membuat pria itu menggeliat dan membuka matanya. Li memeluk David erat membuat pria itu sulit untuk bernapas. Menurut David, Li terlalu berlebihan menyambut dirinya yang baru bangun tidur. David mengendurkan pelukan Li. “Jangan peluk aku seperti itu, kau menakutkan,” ujar David. Nada dingin yang keluar dari bibirnya tidak pernah berubah. David benar-benar sembuh. “Kapan kau sadar, David?” tanya Li, mengingat tidak sedikit pun pihak rumah sakit menghubunginya. “Kemarin malam.” David menyingkirkan tubuh Li yang menghalanginya untuk melihat Mayleen. David tersentak melihat ranjang itu koso

