Suara dentingan sendok memecah keheningan sejak tadi. Suasana yang sepi ini membuat Mayleen tidak nyaman. Setidaknya ketiga orang itu mengeluarkan satu kata saja tapi sayang Mayleen tidak mendengar sesuatu keluar dari mulut tiga orang itu. “Aku sudah selesai makan,” kata Mayleen. David, Jia Li dan paman Wu menatapnya bingung sambil menatap makanan yang ada di piring Mayleen. “Kau sudah kenyang?” tanya David. Mayleen mengangguk. David menatap Mayleen penuh curiga. Gadis itu sangat suka makan, tapi kenapa hari ini dia tidak ingin makan. “Kita sudahi saja. Ayo kita pindah ke ruang depan,” ujar Jia Li. David menarik tangan Mayleen untuk mengikuti Jia Li, tapi gadis itu menahan tangannya membuat David mengernyit. “Aku takut,” ujarnya. “Kenapa takut?” “Kau bilang kita tidak boleh d

