Mobil David terparkir di halaman rumah manager Li. malam ini terasa berat untuknya. Bahkan langit pun ikut menangis. David menjulurkan tangannya keluar jendela mobil. Sudah beberapa menit yang lalu ia sampai di kediaman managernya namun David enggan untuk keluar. David tidak akan bisa melihat Mayleen untuk saat ini. David keluar dari mobilnya. Tidak peduli jika tubuhnya basah kuyup. Kepalanya menengadah membiarkan wajah tampannya disentuh oleh air hujan. “David.” Suara lembut itu. Aku tidak bisa melupakannya. Aku ingin mendengarnya setiap hari. Aku tidak bisa kehilangannya. David merasakan tubuhnya dipeluk oleh seseorang. David membalas pelukan hangat itu sambil membuka matanya. “Aku takut kau tidak akan kembali,” ujar Mayleen menenggelamkan wajahnya di d**a bidang David. Pria itu

