Semua terdiam saat Jessika menampar Mayleen. Matanya memerah menatap Mayleen penuh kecewa. “Bagaimana seorang wanita bisa makan serakus itu? Kau memalukan,” ujar Jessika sebelum pergi meninggalkan restaurant. Xian mendekati Mayleen, ia tersenyum pada gadis itu. “Maafkan istriku,” ujarnya singkat sebelum menyusul Jessika. David dan Jia Li menghampiri Mayleen yang menunduk sedih. “Kau hebat, Mayleen,” puji David. “Kau tidak perlu sedih seperti itu,” kata Jia Li mengusap air mata Mayleen. “Kau hebat sudah menjadi dirimu sendiri.” Mayleen tersenyum. Jia Li dan David masih mendukungnya. Seorang pelayan toko memberikan Mayleen hadiah sebagai pemenang. Tanpa sengaja Mayleen menatap seorang anak kecil yang sedang memperhatikannya dari luar. Gadis itu pergi bersama seorang pria tua yang ikut

