Hunjae memilih menyibukkan diri dengan segudang pekerjaan di kantornya. Sudah sejak pagi pria itu tidak berhenti meneliti dan mengerjakan beberapa berkas yang tertumpuk di meja ruangan miliknya. Hal itu tentu saja membuat beberapa karyawannya merasa heran. Tidak biasanya Hunjae terlalu serius dengan pekerjaanya. Maksudnya, pria itu benar-benar serius hingga melewatkan waktu makan siang dan istirahatnya. Padahal biasanya, setiap waktu makan siang tiba pria itu akan selalu keluar dari ruangan. Entah itu untuk sekadar menyantap makan siang ataupun melakukan hal lain, tapi kali ini tidak. Ia belum keluar dari ruangannya semenjak pagi hari. Ia masih saja sibuk berkutat dengan pekerjaan miliknya dan hal lainnya Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Tampan mengalihkan atensinya da

