Lima puluh delapan

1024 Kata

Pagi datang dengan begitu cepat. Hunjae membuka mata saat dirinya merasakan sinar mentari yang menyapa melalui celah gorden pada kamar yang ditempatinya. Pria itu bangun, terduduk dengan badan yang bersandar pada kepala ranjang. Untuk sejenak ia terdiam, merasa asing dengan tempat yang ia tinggali sekarang, sebelum kemudian dirinya teringat jika ia tengah menginap di kediaman orang tua Yura. Hunjae menghela napas, pria itu bangkit dan beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajah. Setelah selesai, ia kembali duduk di atas ranjang. Memeriksa ponsel miliknya yang ternyata sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Malam sebelumnya, setelah menyelesaikan makan malam, Hunjae kembali pada rutinitas sebelumnya. Pria itu kembali berhadapan dengan laptop miliknya dan kembali mengerjakan pekerja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN