Hunjae masih berkutat dengan beragam berkas yang ada berserak di mejanya. Pria itu meneliti dengan lambat setiap huruf yang tersusun menjadi berbagai kalimat. Ia juga sesekali memijat pelipisnya sendiri sambil meleguh, bergumam pelan soal berapa banyak hal lagi yang harus dikerjakannya. Tiba-tiba suara pintu ruangannya diketuk, dengan malas Hunjae bersuara, meminta orang di luar ruangan untuk masuk ke dalam. Tidak lama kemudian, pintu ruangan bercat putih itu terbuka. Menampilkan seorang gadis dengan rok hitam selutut juga kemeja berwarna biru muda dengan rambut yang diikat ponytail. "Yura?" gumam Hunjae kemudian. Gadis yang dipanggil namanya itu tersenyum kecil, ia menghampiri Hunjae dan duduk pada kursi di depan pria itu. Sempat terjadi keheningan selama beberapa saat, baik Hunjae

