Kendaraan roda empat itu berhenti tepat di suatu rumah bertingkat dengan kesan mewah yang begitu kental. Oh Hunjae, si pengendara roda empat tersebut turun dengan agak membanting pintu mobil. Pria dengan tinggi semampai itu berjalan dengan wajah penuh amarah. Ia memencet bel rumah orang tuanya dengan tidak sabaran. Sampai tidak berapa lama kemudian, seorang wanita baya yang diketahui sebagai seorang asisten rumah tangga di sana membukakan pintu. "Tuan muda." Tanpa berkata apapun, Hunjae berjalan masuk ke dalam rumah. Ia mengawasi setiap sudut rumah yang sudah banyak berubah dari terakhir kali ia menginjakkan kakinya di sana. Jika dulunya rumah lebih banyak dihiasi dengan keramik berbagai bentuk dan warna karya sang Ibu. Kini semua itu telah berganti menjadi lukisan juga beragam perab

