Pada akhinya Minjoo mengangguk, ia kembali duduk dan mendengarkan cerita Baekhee yang kini tersenyum ke arahnya.
"Ini soal aku dan Chankyung," buka Baekhee lebih dulu.
Minjoo sedikit menundukan kepala, ia menautkan satu jari dengan jari lainnya sebagai pelampiasan rasa sesak yang mendadak hinggap.
Ia jadi kembali mengingat soal masa lalu, dan hal itu bukanlah sesuatu yang Minjoo harapkan untuk ia kenang.
"Kau pasti pernah mendengar rumor soal aku dan Chankyung yang memiliki hubungan," lanjut Baekhee menggantung.
Minjoo tidak menjawab, ia hanya berharap agar Baekhee segera menyelesaikan ceritanya dan pulang. Ia ingin menghabiskan waktunya sendiri, lagipula Minjoo tidak ingin kembali mengenang masa lalu pahitnya lagi.
"Tapi rumor itu tidak benar. Aku dan Chankyung sama sekali tidak memiliki hubungan apapun."
Perkataan Baekhee membuat Minjoo menoleh dengan segera, gadis itu membulatkan mata dengan ekspresi terkejut yang kentara.
Hal itu cukup untuk membuatnya amat terkejut, apa maksud perkataan Baekhee soal mereka yang tidak memiliki hubungan? Keduanya bahkan cukup dekat untuk dua orang yang hanya saling mengenal.
Dan beberapa kali juga Minjoo tanpa sengaja menyaksikan Baekhee memberikan sesuatu yang tidak mungkin diberikan kepada teman biasa.
Coklat? Satu tangkai bunga mawar, tentu bukan hal yang biasa jika diberikan pada seseorang tanpa status apapun bukan.
"Chankyung hanya sebagai perantara antara aku dan Jongsoo," ujarnya lagi.
Ekspresi terkejut Minjoo kian kentara begitu Baekhee mengatakan nama Jongsoo dalam ceritanya, sementara gadis si pencerita hanya terkekeh kecil ia menganggap ekspresi Minjoo sangat imut dengan dua mata bulatnya yang kian membulat, juga mulutnya yang berekspresi sama.
"Maksud mu?"
Itu kata pertama yang Minjoo katakan sejak kurang lebih sepuluh menit Baekhee ada di sana, gadis itu mengatakan hal itu dengan ragu tapi ada nada penasaran yang ketara di sana.
"Chankyung hanya perantara untuk ku dan Jongsoo. Aku dan Jongsoo tengah dalam masa pendekatan saat itu, tapi kami berdua terlalu malu untuk mengatakan atau memberi sesuatu secara langsung, jadi kami memberikannya pada Chankyung sebagai perantara kemudian anak itu akan memberikannya pada salah satu dari kami kemudian."
Penjelasan Baekhee membuat Minjoo melongo. Jadi selama ini apa yang dia pikirkan adalah salah?
Tahu raut Minjoo yang kebingungan Baekhee kembali menjelaskan.
"Aku tidak tahu siapa yang memulai membuat rumor itu, yang jelas semuanya tidak benar. Aku dan Chankyung hanya dekat sebagai teman, dan perantara?" katanya.
Minjoo masih diam, ia tidak tahu harus mengatakan apa. Gadis itu juga agak merasa bersalah pada Baekhee karena sempat berpikir dan menyangka jika Chankyung bersikap buruk padanya karena gadis itu, karena Chankyung telah memiliki Baekhee.
"Maafkan aku," Minjoo mengatakan hal itu sambil menunduk. Sulit baginya untuk mendongak apalagi sampai menatap Baekhee, ia merasa bersalah sekaligus malu.
"Maaf? Memang kau melakukan apa?"
Butuh jeda beberapa saat sebelum Minjoo mengatakan hal lain, dan Baekhee hanya meresponnya dengan tersenyum kecil.
"Aku pernah berpikir jika karena dirimulah Chankyung bersikap buruk padaku, aku sempat tidak menyukaimu bahkan membencimu hanya karena pemikiran ku sendiri," akunya lirih.
Tanpa diduga tanpa disangka, Baekhee tersenyum kecil lantas merangkul Minjoo. Ia memeluk gadis itu masih dengan senyum yang tersemat apik pada wajah mungilnya.
"Aku tahu. Sikapmu terlalu jelas saat itu," katanya ringan.
Hal itu membuat Minjoo kian merasa malu, dirinya pasti terlihat konyol saat itu.
"Tapi aku maklum, akupun pasti akan merasa cemburu jika melihat Jongsoo berdekatan dengan gadis lain apalagi sampai mendapatkan sesuatu darinya. Ditambah mengingat sikap Chankyung yang menyebalkan saat itu," ujar Baekhee agak mendengkus.
"Tapi kau tidak perlu khawatir, sikap buruk Chankyung bukan karena ia membencimu atau ia menyukai gadis lain. Itu hanya karena dia yang tidak bisa menyampaikan perasaanya dengan baik, dia itu anak yang kaku."
Penjelasan Baekhee terdengar sejalan dengan apa yang dikatakan Chankyung. Jadi benar, Chankyung berlaku buruk hanya karena ia yang tidak bisa mengatakan perasaanya secara terang-terangan.
"Kau mau tahu sesuatu? Ini soal rahasia Chankyung tentangmu," ujar Baekhee semangat.
Ia mendekatkan diri ke arah Minjoo, membuat gadis itu bisa melihat dengan jelas mata lentik juga bibir merah muda Baekhee dengan jelas.
Ia sempat goyah, gadis itu kembali agak kurang percaya jika Chankyung tidak memiliki hubungan dengan Baekhee mengingat gadis itu begitu cantik.
"Mau, tidak?" pertanyaan Baekhee membuat Minjoo tergagap. Ia lantas mengangguk mengiyakan saja, karena gadis itu berpikiran mungkin ia bisa menarik kesimpulan dari cerita Baekhee yang selanjutnya.
"Kau harus mendengarkan ku dengan baik karena kau beruntung bisa disukai oleh Chankyung, kau tahu meski anak itu menyebalkan tapi ia begitu menyukaimu sejak dulu," mulai Baekhee.
Minjoo mengerutkan dahinya bingung. Ia tidak menjawab dan lebih memilih meminta Baekhee untuk segera menceritakan maksudnya.
Pergi ke jaman SMA mereka, menyelam dalam memori masa lalu yang kata orang ada di masa-masa paling bahagia.
Saat itu Baekhee tengah menunggu seseoang, ia melongok sesekali dan menengok jam yang melingkar pada tangan kirinya.
Gadis dengan rambut tergerai sepunggung itu berdecak, ia hampir mengumpat jika tidak secara tiba-tiba seorang anak lelaki yang mengenakan seragam sama sepertinya berlari terengah ke arahnya.
Anak lelaki itu tiba di depan Baekhee dengan napas tersengal, ia membungkukan badannya sembarimengatur napas yang putus-putus.
"Lama sekali!" keluh Baekhee merengut. Si anak lelaki tidak lantas menjawab, melainkan ia mengangkat satu tangannya. Meminta jeda untuk mengatur pernapasan lebih dulu.
Setelah beberapa saat mengatur napas, anak lelaki itu mendongakkan badannya. Ia tersenyum kecil ke arah Baekhee yang masih mempertahankan ekspresi kesalnya.
"Maafkan aku," katanya langsung memeluk Baekhee posesif.
Keduanya tengah berada di taman bekalang sekolah, tempat sepi nan cocok untuk berbagi rahasia antara mereka.
"Ya Kim Jongsoo, aku membencimu," kata Baekhee memukul pelan d**a Jongsoo yang hanya terkekeh kecil.
Jongsoo menahan tangan Baekhee lantas menciumnya, meminta maaf dan mengatakan alasannya terlambat hari ini.
"Maaf, maaf. Aku ada urusan sebentar dengan,"
"Chankyung!" potong Baekhee cepat.
Gadis itu menghela napas begitu Jongsoo merespon perkataanya dengan kekekhan kecil sebelum mengangguk.
"Sebenarnya kekasihmu itu aku atau Chankyung? Kau selalu menghabiskan waktu bersamanya tapi saat kita akan bertemu selalu harus sembunyi-sembunyi seperti sekarang," sungut Baekhee kesal.
Jongsoo mendekat, ia mengecup ujung bibir Baekhee yang bersedekap dadaa.
"Dia sahabatku, kau kekasihku. Kalian sama penting bagiku, lagipula aku sedang membantunya agar bisa sadar. Anak itu terlalu bodoh," kata Jongsoo kemudian.
Tahu kekasihnya penasaran Jongsoo terkekeh gemas sebelum kembali mendaratkan kecupan pada bibir Baekhee.
"Dia terlalu bodoh untuk menyadari bagaimana perasaanya pada Minjoo," jelas Jongsoo kemudian.
"Minjoo?"
Baekhee bertanya karena tidak terlalu mengenal Minjoo.
"Do Minjoo."
"Gadis yang selalu mengikuti Hunjae?"
"Mereka bersahabat," ralat Jongsoo.
Anak lelaki itu duduk pada salah satu batu kemudian ia menepuk salah satu pahanya meminta Baekhee agar duduk di sana.
"Sebenarnya Minjoo menyukai Chankyung, tapi dengan bodohnya anak itu malah bersikap buruk padanya. Dia selalu bersikap kasar juga mengatakan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan hatinya."
"Setelahnya Chankyung akan menyesal. Ia akan mengatai dirinya sendiri dengan kata bodoh tanpa henti, ia mengatakan bagaimana dirinya beegitu jahat dan bodoh disaat bersamaan," lanjut Jongsoo kemudian.
Anak itu mengatakan banyak hal pada Baekhee, soal bagaimana perasaan Chankyung tiap kali ia berkata buruk dan bersikap buruk pada Minjoo juga soal perasaanya yang merasa cemburu tiap melihat gadis itu berdekatan dengan Hunjae.
Jongsoo juga menambahkan jika pernah sekali Chankyung bernyanyi hampir semalam suntuk di tempat karaoke saat ia tanpa sengaja melihat Minjoo dicium oleh Hunjae tanpa sengaja.
Anak lelaki itu bernyanyi amat keras dan bising, membuat Jongsoo yang menemaninya jadi merasa pusing.
Pernah juga Chankyung menjadi sosok galau dan sensitif di saat bersamaan saat ia mendengar rumor soal hubungan Minjoo dan Hunjae.
Masih banyak hal lainnya yang Jongsoo ceritakan pada Baekhee, sampai satu kesimpulan bisa ia tarik dari apa yang kekasihnya ceritakan.
Chankyung itu bodoh.