bc

Anak Yatim Piatu

book_age16+
1
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
fated
friends to lovers
drama
bxg
enimies to lovers
first love
friendship
poor to rich
school
like
intro-logo
Uraian

Vyzha adalah gadis yatim piatu yang ditinggal meninggal orang tuanya akibat terkena covid 19. Dia masih sekolah di bangku SMP. Dia sering mengikuti lomba melukis. Hingga dia mengikuti lomba lukis terbesar di kota Jakarta, dan dia mengadu nasib di sana. Ada orang kaya raya yang mengetahui bakatnya dan mengagumi kegigihannya dalam meraih impiannya. Orang kaya itu lalu mengangangkat Vyzha menjadi anak mereka. Disinilah Vyzha bisa semakin berkembang lebih maju lagi dengan dukungan orang tua barunya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Masa Kecil Yang Sulit
     Di suatu desa hidup 3 orang anak yatim piatu, yaitu: Vyzha dan 2 adiknya (Berlian dan Riska). Saat ini Vyzha berusia 16 tahun, Berlian 11 tahun, dan Riska 2 tahun. Mereka hidup bertiga di rumah peninggalan orang tua mereka yang meninggal belum lama ini. Ibunya meninggal karena penyakit radang paru-paru, sekitar 3 bulan kemudian ayahnya pun meninggal juga. Ketiga anak ini hidup sederhana di tengah himpitan ekonomi yang keras seperti saat ini. Belum juga banyak beban hutang yang ditinggalkan oleh orang tua mereka.       Matahari telah terbit, saatnya Vyzha dan Berlian berangkat sekolah. Tak lupa menitipkan adik kecil mereka Riska di penitipan anak.  “Sini cium tangan kakak dulu”, ucap Berlian pada Riska.  “Salim sama kakak juga”, ucap Vyzha tak mau kalah dari Berlian. Hmm anak pintar, puji Vyzha pada Riska usai mencium tangannya dan Berlian.  “Sudah berangkat sana! Nanti terlambat kalau ngobrol terus”, pinta pengasuh Riska yaitu mbak Mina. “Nitip adik kami ya mbak! Kami pergi dulu”, kata Vyzha dan Berlian serentak.  Vyzha dan Berlian pun bergegas menuju sekolah masing-masing. Saat ini Vyzha duduk di kelas 3 SMP. Sedangkan Berlian masih kelas 4 SD. Mereka berjalan setapak demi setapak melintasi tanah liat yang masih becek akibat hujan tadi malam. Di desa ini belum ada paving ataupun jalan aspal kecuali jalan lintas kota atau provinsi.        Waktu menunjukkan pukul 15.00 Vyzha telah selesai mengikuti pelajaran tambahan persiapan ujian nasional.  “Vyzha pulang bareng yuk”, ucap Rani teman sekelas Vyzha sekaligus tetangganya.  “ayuk”, sahut Vyzha.  Mereka berbincang asyik, tak terasa sudah sampai di rumah kecil yang diapit oleh sawah di kanan kirinya. Di situlah Riska dititipkan.  “Terimakasih ya mbak Mina, kami pulang dulu” pamit Vyzha sambil menggendong Riska.  Rani sudah pulang duluan tidak mau menunggu Vyzha mengambil Riska. Rani sudah lelah dan pengen cepat sampai rumah. Kini Vyzha hanya berjalan sendiri sambil menggendong adiknya. Ia tutupi kepala adik kecilnya menggunakan sisa gendongan yang membalutnya.        Melihat Vyzha menggendong Riska banyak orang yang iba dan juga kagum. “Anak-anak itu kasihan sekali ya masih kecil sudah tidak punya orang tua, gak ada saudara yang mau merawat mereka pula”. Benar-benar tega saudara-saudara mereka itu. Paman dan bibi-bibi mereka tergolong orang mampu di daerah ini, tapi tega menelantarkan keponakannya. Gumam para warga.       Sesampainya di rumah Vyzha mandi dan memandikan Riska. Lalu memasak untuk makan malam. Setelah selesai melakukan semua pekerjaan rumah Vyzha bekerja paruh waktu sebagai buruh tenun untuk menghidupi adik-adiknya.        Hari Sabtu pun tiba, ini hari yang paling tidak disukai Vyzha. Di hari Sabtu banyak penagih hutang berdatangan, mengingat orang tua Vyzha meninggalkan banyak hutang semasa hidupnya.  Tok tok tok, terdengar suara ketukan pintu dari arah depan rumah.  “iya sebentar” sahut Vyzha. Vyzha pun membuka pintu.  Tampak wanita paruh baya dengan sedikit senyum ke arah Vyzha.  “saya bu Sita temannya ibu kamu nak”, jelas wanita paruh baya itu pada Vyzha.  “oh iya ada apa ibu kemari” tanya Vyzha. “begini nak, ibu kamu punya hutang pada saya”. Saya baru nagih sekarang saat kamu sudah tenang dan ikhlas dengan kepergian kedua orang tua mu. Ibumu punya hutang di saya 1,5 juta. Mengingat kondisimu dan adik-adikmu saya Cuma mau dibayar pokoknya saja 1 juta. Yang 500 ribu saya ikhlas kan.  “saya angsur ya buk”, sahut Vyzha. Jujur saja saya tidak punya uang. Buat makan besok bagaimana saja saya tidak tau. Sedikit berkaca-kaca mata Vyzha.   

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook