Selesai makan, Dasha mengajak Elena menuju ke taman belakang rumah sakit. Dasha ingin membicarakan sesuatu pada Elena secara empat mata. “Mama mau bilang apa?” tanya Elena. Dasha mengenggam kedua tangan Elena. Tak lama kemudian air matanya pun turun membasahi pipinya. Tangan Elena terulur untuk mengusap air mata Dasha. “Mama kenapa nangis? coba cerita sama Elena,” ucap Elena. Dasha mengambil napasnya dalam-dalam untuk menjelaskan semuanya, tapi, bukan bagian rencana suaminya dan Eryk. “Mama cuman mau bilang, kamu tetap disamping Arsen ya. Jangan tinggalin dia, mama titip Arsen sama kamu, Elena,” ucap Dasha sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya. “Maksut mama apa? Pak Arsen sebentar lagi akan menikah. Tidak mungkin aku menjaganya. Mungkin kita masih dekat, tapi, sebagai saha

