Dokter Cinta

1219 Kata

Larisa menghela nafas. Mau protes juga nggak ada gunanya. Kisah cintanya seperti menjadi masalah bersama. “Perlu nunggu pasangan Kak Gino dan Kak Liana, nggak?” tanyanya menyindir. “Mereka nggak di Jakarta. Mau nunggu minggu depan?” pertanyaan Alex lebih condong untuk meledek sahabatnya. Larisa cemberut. Dia duduk di sebelah Reina. “Aku cuma janjian sama Kak Reina, kenapa yang datang kalian?” akhirnya Larisa mengeluarkan protesnya. “Si bontot perlu bimbingan,” jawab Reina, nyengir ke arah Larisa. “Pada mau ngapain, sih?” tanya Larisa kesal, paham akan mendapatkan ceramah cinta babak kedua. Begini amat nasibku, keluhnya dalam hati. “Sudah, ayo makan dulu. Habis ini baru buka sesi konsultasi cintanya,” kata Hening menengahi, seraya sedikit meledeknya. Jangan ditanya rasa khawat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN