Larisa terdiam. Dia sendiri masih merasa kebingungan dengan perasaan yang dimilikinya. Dan yang terpenting, keyakinannya tentang perasaan Dewa yang masih mencintai mendiang Resty. “Sudah lihat rekaman permintaan maaf Resty padamu, kan?” Farid bertanya. Larisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. “Dia bahkan mengikhlaskan Dewa bersamamu, kan?” Farid kembali mengingatkan. Larisa menghela nafas. Justru hal itu yang menjadi ganjalan di hatinya selama ini. Apakah Dewa mendekatinya karena restu dari Resty? Bagaimana jika tidak ada ijin itu? Bagaimana jika perempuan itu masih hidup? “Apa yang kamu pikirkan?” tanya Fira, saat dilihatnya Larisa mengerutkan keningnya. Perempuan mungil itu menghela nafasnya. Merasakan bahwa hatinya belum sepenuhnya yakin dengan semua cerita kedua or

