Sebuah Dorongan

1127 Kata

“Ap-pa? Ya Enggaklah!” seru Larisa, tidak terima dengan tuduhan yang dilontarkan oleh Dewa. Dewa mengulum senyumnya melihat reaksi gadis mungil itu. Gadis? Usianya sudah 28 tahun. Lebih pantas dipandang sebagai wanita dewasa. Dewa kemudian meringis, mengingat usianya yang sudah 40 tahun. Masih pantaskah aku berharap cinta darimu, Sa? tanya Dewa dalam hatinya. “Saya marah karena sebel, apa hak dia melarang deketin Bapak? Baru calon pacar aja belagu,” Larisa masih mengomel, menyadarkannya dari lamunan. “Ya sudah, kamu jadi pacarku, jadi yang berhak melarang deketin aku cuma Larisa,” goda Dewa. Larisa terdiam, wajahnya memerah begitu mendengar perkataan Dewa. Sesungguhnya, dari lubuk hati yang terdalam, gadis mungil itu masih sangat mencintai mantan atasannya tersebut. Aku sudah be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN