9Semua yang hadir di sana tersentak, kompak menatap Dewa yang tergagap dengan pertanyaan mendadak dari Heri. “Bukannya seharusnya Pak Dewa lega karena Larisa tidak mengganggu lagi?” Heri melanjutkan pertanyaannya. Dewa menghembuskan nafas. “Tetapi bukan berarti Larisa boleh dibully,” sergahnya. “Istri saya meminta maaf atas nama Larisa yang sudah mengganggu hubungan Pak Dewa dan Resty, tidak membahas bullying yang diterimanya,” Heri menjelaskan poin yang dibahas oleh Rika. “Iya, maksudnya-,” ucapan Dewa langsung dipotong oleh Heri dengan tidak sabar. “Tinggal jawab apakah Pak Dewa memaafkan atau tidak,” Heri berkata cepat. Dewa seketika diam begitu menyadari arah perkataan dari papanya Larisa tersebut. Mereka hanya butuh jawaban untuk dimaafkan, bukan penjabaran yang tidak se

