Farewell

1779 Kata

Arya berdiri di depannya, tepat saat Dewa keluar dari Deliz. Dewa sempat tergagap sebentar, kemudian hanya menjawab, “iya, Pak.” “Oh, sama mereka?” pertanyaan Arya yang baru saja keluar membuat hati Dewa berdegub kencang. Dia pun menoleh ke belakang. Alex, Reina dan Larisa masih di area Deliz tetapi belum keluar dan melihat keberadaan mereka. Dewa pun segera menarik Arya menjauhi Deliz. Bisa dibayangkan, dua laki-laki gagah berjalan dengan bergandengan tangan. Tentu jadi tontonan para pengguna trotoar. “Wa, lepasin tangan saya,” bisik Arya yang mulai merasa jengah sama situasi yang dialaminya. Dewa melirik ke belakang, memastikan tidak ada Larisa di dekat Deliz. Baru setelah merasa yakin, dilepasnya pegangan tangan mereka. “Ada apa, Wa?” tanya Arga, kesal dengan sikap Dewa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN