Melihat wajah Farid yang penuh tekad, Dewa ikut berdiri. “Pa, acara doa belum selesai,” kata Dewa mengingatkan. “Nggak mungkin meninggalkan rumah sekarang, apa kata orang nanti?” Fira ikut bicara. Farid pun duduk kembali. Tetapi tidak menyurutkan keinginannya untuk pergi ke rumah Larisa. Gino melongokkan kepalanya ke dalam rumah. Acara doa yang dipimpin oleh ustad setempat masih berlangsung. “Aku ke dalam dulu ya Yang, kalian lanjutkan dulu pembicaraannya,” pamitnya kepada Liana. Setelah kekasihnya menganggukkan kepala, Gino langsung masuk ke dalam. Begitu Gino pergi, Liana pindah duduk di sebelah Farid. “Om, yang dilakukan oleh Resty karena kesal dengan Larisa,” Liana mencoba menjelaskan kepada Farid. “Tapi bukan begitu caranya, Nak. Kalian melakukan kejahatan,” kata

