Bab 52

1647 Kata

Dengan penuh semangat Diego membuat sebuah surat perjanjian dengan tulisan tangannya, lalu menandatanganinya. Surat perjanjian itu, diserahkan pada Morgan. Desha hanya bisa membelalakkan matanya, ingin saja ia merampas kertas yang sudah ada di genggaman Morgan. Akan tetapi ia malah melihat senyum suaminya yang melebar. Mengapa Morgan terlihat bahagia? Padahal dia akan kehilangan uang dua milyar, untuk memenuhi tuntutan Diego padanya. "Tenang saja, Des. Uang segini tidak ada apa-apanya dibanding aset milik David yang bisa kamu nikmati kedepannya." kata Diego, ringan. "Yang dikeluarkan bukan uang milikku, tetapi milik suamiku." umpat Desha lagi, sangat kesal. "Harta suami juga harta istri, bukan?" Senyumnya benar-benar sangat menyebalkan. Desha sudah tidak ingin melihat wajahnya lagi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN