Azan Ashar berkumandang setengah jam lalu, suaranya terdengar sangat nyaring karena memang letak mushola tak jauh dari tempat tinggal Mikail. Pemuda itu menjalankan sholat berjamaah di sana, sedangkan Senja menunaikan kewajibannya di tempat tinggal pemuda itu. Ketika Mikail pulang dari mushola terlihat perempuan bercadar itu sedang berbincang dengan perempuan tua yang tinggal tepat di sebelah kontrakannya, Bi Een. Pemuda itu duduk di kursi yang ada di hadapan perempuan bercadar itu, sebuah senyum kecil ditunjukkan kepada perempuan tua yang sedang berbincang dengan senja. "Maaf ya, Jang, Bi Een ada di sini. Kasihan si Neng Dokter nggak ada yang menemani," ujar perempuan tua itu kepada Mikail dan mengangguk kecil. "Nggak apa-apa, Bi, justru saya senang Senja ditemani oleh Bibi, jadi di

