Suasana hening beberapa saat, Mikail memandangi wajah orang yang sangat dicintainya itu. Dia berusaha mengingat rupa di balik cadar yang dikenakan oleh Senja dan berimajinasi melihatnya secara langsung. Perempuan bercadar itu sekilas melihat pemuda yang ada di hadapannya lalu menunduk kembali sambil berusaha mengendalikan perasaannya. Dia tidak mau dikuasai oleh rasa yang pernah hadir dulu. “Kamu ingat dulu waktu kamu diculik?” kata Mikail memecah kebisuan. Perempuan bercadar itu menoleh ke arahnya, ada kerutan di dahinya yang hadir karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Mikail. “Diculik? Aku nggak pernah diculik, Kak,” kata Senja dengan wajah masih terlihat bingung di balik cadarnya. Mikail terdiam, dia memikirkan ulang ingatannya tadi. Apakah benar Senja tidak pernah diculik? Lalu

