Surat Perpisahan

1404 Kata

Mikail tersenyum setelah berhasil menceritakan kisah yang dulu pernah dialaminya, dia merasa puas karena ternyata ingatannya tidak seburuk dugaannya saat awal. Perempuan bercadar yang ada di hadapannya diam-diam mencuri pandang, dia baru tahu kisah ini setelah sekian lama berpisah. Senja tahu kelanjutan dari cerita yang dikisahkan tadi, dia memilih mengakhiri semua demi sebuah hal yang belum diceritakannya kepada Mikail. “Semoga saja Kak Mikail tidak memintaku bercerita mengapa alasan meninggalkannya,” harapnya dalam hati.   Pemuda berhidung bangir itu bangkit dari duduknya, dia melangkah menuju ke dalam tempat tinggalnya. Senja sempat ingin bertanya mau ke mana dia namun tak dilakukannya, perempuan bercadar itu memilih menunggu saja. Tak lama berselang, Mikail keluar dengan menenteng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN