Suasana kembali terjebak dalam kesunyian, hanya sesekali terdengar suara seruputan yang tak sengaja dilakukan ketika mulut bibir bertemu dengan mulut cangkir. Sebenarnya ada rasa tidak nyaman yang merambati d**a kedua insan yang duduk berhadapan terpisahkan meja itu, hanya saja mereka masing-masing memendam dan menyembunyikannya. Terdengar sebuah ketukan di daun pintu berbahan kaca dua kali, suaranya membuat kedua manusia itu menoleh. Seorang gadis berjilbab biru berdiri di ambang pintu, dia mengangguk sekali ke arah Dokter bercadar itu. “Assalamualaikum, Dok?” “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Iya, Aisyah?” “Maaf mengganggu, Dok. Ada pasien yang ingin bertemu Dokter.” Dokter bercadar itu melirik jam yang ada di dinding sebelah kirinya, lalu menoleh kembali ke Resepsionis be

