Zoya melangkah menyusuri selasar rumah sakit untuk menuju ruang rawat Mikail, di tangannya nampak menenteng sebuah plastik besar berwarna hitam. Beberapa kali gadis itu berpapasan dengan keluarga pasien yang wajahnya disembunyikan oleh kesedihan. Ruang dimana Mikail dirawat ada di ujung selasar, benak gadis bermata biru itu berkecamuk antara rasa rindu yang ingin ditumpahkannya dan gundah saat Mikail hanya mengenalnya sebagai juniornya di Pencinta Alam, hal lain yang menyakitkan juga baginya adalah nama Pelangi Senja yang selalu digumamkan oleh kekasihnya itu tanpa peduli akan perasaan yang ada di dalam dadanya. Hari ini adalah hari penentuan apakah solusi dengan mendatangkan kepingan masa lalu Mikail membuat ingatannya kembali ataukah ingatan itu takkan pernah kembali, walaupun akhirnya

