Setelah jarum panjang jam dinding melewati angka 5 Zoya dan Romance meninggalkan Rumah Makan Padang tadi. Mereka menuju ke rumah sakit kembali karena sudah jam besuk karena katanya pemuda yang sedang berjalan di samping gadis bermata biru itu ingin segera menjenguk Mikail dan pulang setelahnya. “Semoga saja besok ada titik terang,” kata gadis bermata biru ketika mereka sedang menelusuri selasar menuju ke ruang rawat Mikail. Romance menoleh ke arah gadis yang ada di sampingnya, awalnya dia tidak mengerti apa inti dari kalimat yang diucapkan oleh Zoya tadi, tetapi kemudian dia teringat pasti ini tentang Dokter Pelangi Senja. “Aamiin, semoga saja,” ujar Romance sambil menoleh sebentar. “Aamiin, ya Allah.” Zoya memaksakan sebuah senyum hadir di wajahnya. “Mengapa hanya sebuah titik saja,

