Rasa segar dari sop buah mulai merambati tenggorokan kedua muda-mudi yang baru saja saling mengenal itu, Zoya sebenarnya tidak menyangka akan mengenal pemuda di depannya begitu dekat hari ini. Berawal dari pertemuan mereka di halaman parkir klinik dokter Dokter Abdul Rahman dan disambung bertemu di kontrakannya Bi Een. "Aku enggak menyangka kamu mengenal bosnya mereka yang mengeroyok kita hari ini,” kata Zoya di sela suapan sendok sop buahnya. “Pantas saja tadi kamu terlihat begitu tegang, Kak,” ujar Romance dengan sebuah senyum kecil. “Iya sih, tadi aku sempat ketakutan. Mereka itu seram-seram, sepuluh orang dan ditambah lagi satu orang yang badannya kekar. Aku khawatir akan terjadi apa-apa dengan kita,” ujar Zoya dengan sebuah senyum yang disembunyikan di ujung bibirnya yang lalu di

