Suasana berubah hening saat apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kesepuluh pemuda itu, apa yang dibayangkan Jack dan teman-temannya adalah jagoan mereka akan baku hantam dengan pemuda yang sok jagoan. Ternyata Bang Barry malah merangkul Romance dengan sangat eratnya, mereka terperangah tak bisa mengucapkan satu huruf pun. Jack melihat teman-temannya dengan tatapan tak mengerti, mengapa orang yang sangat diharapkan kehadirannya untuk membantu malah memeluk pemuda yang dianggapnya musuh itu? Apakah mereka saling mengenal? “Apa kabar, Rom?” kata Barry sambil menepuk lengan bagian atas Romance. “Baik, Bang. Abang apa kabar?” “Sehat walafiat seperti kelihatannya.” “Alhamdulillah, mereka ini anak buah Abang?” “Kurang lebih seperti itu,” kata pemuda berbadan kekar itu dengan sebuah

