Akhirnya membersihkan bagian dalam kontrakan Mikail sudah selesai, mulai dari ruang tamu, kamar tidur dan dapur sudah bersih dan kinclong. Gadis bermata biru itu juga menyempatkan untuk mencuci piring dan pakaian kekasihnya yang sudah hampir seminggu tak tersentuh. Kini konsentrasi pekerjaannya pindah ke bagian beranda dan halaman. Tidak terlihat kotor sebenarnya, mungkin tetangga Mikail yang di sebelah menyempatkan untuk membantu membersihkannya. Setelah selesai dengan semua hal yang ingin dikerjakannya, Zoya duduk di kursi yang ada di depan beranda kontrakan Mikail sambil mengecek chat di ponselnya. Telinganya menangkap suara rintihan suara laki-laki dari dalam kontrakan Bi Een yang hanya dipisahkan sekat tembok setinggi satu meter. Suara itu terdengar mengeluh dengan suara tangisan Bi

