Sebuah motor matic memasuki halaman sebuah kontrakan yang berjajar 5 petak, pengendaranya adalah seorang perempuan bermata biru yang lalu memarkirkan kendaraannya di bawah pohon cherry. Setelah membuka helm dan meletakkannya di spion kanan dia mengayinkan langkahnya mendekat. Kontrakan Mikail berada di paling pojok deretan rumah petak itu, tidak terlalu luas tapi bisa dibilang cukup untuk seorang pemuda seperti dia yang hanya tinggal sendiri. Zoya melangkahkan kakinya memasuki beranda, seorang perempuan tua menyapa gadis bermata biru itu. “Cari siapa, Neng?” tanya perempuan tua berkerudung putih pucat itu. Zoya menoleh ke arahnya dan menatapnya sesaat, sebuah senyum terlihat mengembang di wajah gadis itu. “Enggak mencari siapa-siapa, Bu,” Zoya melangkah mendekati perempuan tua itu, dia

