Waktu kian beranjak sore, matahari tidak lagi memperlihatkan keperkasaannya. Terlihat satu dua anak masih bermain bergerombol dengan tertawa yang khas, nampaknya mereka belum ada keinginan untuk kembali ke rumah karena masih asyik dengan yang dilakukannya. Zoya berjalan berdua dengan Romance menyusuri gang yang ber-paving blok, sebuah bincang-bincang kecil menjadi pengisi waktu berjalan. Sesekali sebuah cubitan di lengan mampir ke tangan pemuda berusia 20 tahun itu yang berjalan di samping sang gadis bermata biru. “Terima kasih sudah menemaniku tadi di warung kelapa muda,” kata Zoya saat mereka melewati tikungan terakhir menuju tempat tinggal Mikail. “Iya, aku menemani kamu sering-sering juga nggak keberatan kok, santai aja. Aku menyukainya.” Zoya menoleh ke arah pemuda itu, terlihat s

