Pemuda berhidung bangir itu merapikan rambutnya yang sempat disapa angin tadi, dia lalu menuang kembali air mineral ke gelas miliknya. Mikail juga menambahkan gelas Senja yang isinya tersisa setengah. Ucapan terima kasih dilantunkan oleh perempuan bercadar itu atas apa yang dilakukan oleh pemuda yang ada di hadapannya. Senja meraih gelas miliknya dan dengan berhati-hati dia menyibak cadarnya sedikit supaya bibir gelas bisa menggapai mulutnya, gadis itu menggumamkan basmalah sebelum minum dan menggenapkannya dengan hamdalah setelah selesai. Mikail sempat melihat tak sengaja tadi cara minum Senja yang menurutnya sekarang sedikit ribet karena terhalang niqob, tetapi dia tak berani mengomentarinya karena takut perempuan itu tersinggung dengan apa yang diucapkannya. “Kakak mau kopi lagi” tan

