Gadis bermata biru itu melangkah kakinya menyusuri jalan gang tempat tinggal kekasihnya, lebar jalan itu hanya dua meter saja dan ber-paving blok. Terlihat ada rumput-rumput tumbuh di sela-selanya. Dalam benak Zoya terbit beberapa pertanyaan yang dia pun tak tahu memiliki jawabannya atau tidak dengan persoalan itu. “Apakah dengan mempertemukan Babang dengan masa lalunya adalah sebuah kesalahan? Apakah ingatan Babang akan pulih dan mengembalikan keberadaan aku di dalam ingatannya? Setelah ingatannya kembali apakah aku tetap ada kesempatan untuk merajut kembali kisah yang terjeda ini.” Langkah gadis itu terhenti saat terdengar suara klakson nyaring mengejutkannya, dia baru menyadari sudah berada di tepi jalan raya. “Astaghfirullahaladzim,” katanya sambil mengusap d**a berusaha menghilang

