Suasana terasa agak canggung saat di beranda itu hanya menyisakan tiga orang saja sepeninggal Cacing dan kekasihnya, di sana ada Mikail, Senja dan Zoya. Saat kedua perempuan itu masing-masing terbenam dengan pikirannya masing-masing, pemuda satu-satunya di sana itu malah asyik menikmati kopi yang mulai menghangat. Gadis bermata biru itu sebenarnya ingin sekali pergi meninggalkan Mikail dan Senja, tetapi apa daya dia tidak sanggup karena khawatir terjadi sesuatu yang akan membuat fitnah di antara mereka. Tetap tinggal menemani mereka pun sepertinya hal yang sangat berat sekali karena dadanya perlahan dipenuhi bara cemburu. Yang ada dalam pikiran perempuan bercadar itu beda lagi, ada rasa risih yang menyelusup dalam benaknya. Bersama lagi dengan orang yang pernah ditinggalkannya itu sesu

