Kana tak bisa tidak mengatakan kalau hatinya tidak bergetar saat mendengar kata-kata itu diucapkan oleh Ari. Dengan cahaya remang-remang dari lampu darurat, membuat wajah tampan Ari yang serius terlihat seperti mimpi. Kana tergagap dan memandang Ari dengan mulut separuh terbuka. Ari baru mau mengatakan sesuatu saat Kana segera berdiri. "Aduh karena mati listrik jadi gerah ya?" ucapnya dengan jantung yang kembali berdebar-debar. Dia menepis rambut pendeknya karena gugup. Ari tersenyum tipis lalu ikut berdiri dan mendekati Kana. Wanita itu segera mundur karena berdekatan dengan Ari tak pernah memberikan efek yang bagus untuk dirinya. "Kalau gerah, kita buka sedikit jendelanya ya," ucap Ari dengan lembut, separuh berbisik dengan tatapan yang segera membuat wajah Kana terasa panas. Pr

