bc

Jagain Jodoh Orang

book_age18+
630
IKUTI
4.0K
BACA
love-triangle
family
age gap
goodgirl
drama
bxg
office/work place
cheating
childhood crush
colleagues to lovers
like
intro-logo
Uraian

Karena cintanya yang begitu besar pada Aruna, cinta pertamanya sejak awal SMA, Caleb menjadi pria pengalah yang selalu memberikan apapun yang diminta oleh kekasihnya.

Aruna menjadi bosan dan ingin berpetualang mencari cinta yang baru. Wanita itu sungguh berdebar-debar saat menerima perhatian baru dari atasannya Indra yang mapan dan berwibawa.

Walau dia mencoba bertahan pada cinta lamanya, cinta Caleb kini terasa membosankan. Akhirnya Aruna meninggalkan Caleb dan mencoba cinta barunya dengan Indra.

Caleb yang hancur hatinya tidak dapat lama-lama bersedih karena selalu menerima gangguan dari Noella, yang ceria.

Haruskah Caleb tetap berjuang demi cintanya pada Aruna? Bagaimana jika tiba-tiba dia menerima pernyataan cinta dari Noella yang dia anggap sebagai adiknya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Perpisahan Itu
Rambutnya yang panjang kecoklatan bergelombang indah di sisi wajahnya. Wajahnya kemerahan, dengan bibir merah muda yang sama. Matanya menyorot sedih, walau terlihat bohong. Dia tidak benar-benar sedih, hanya bergaya sedih. Dia sudah mengenalmu bertahun-tahun. Kali ini dia meminta untuk kembali, tapi benar-benar meminta untuk melepaskannya. "Aku ingin merasakan bagaimana  dicintai pria lain, tak mungkin kita selamanya berdua, aku harus tau bagaimana rasanya berpacaran dengan orang lain, selain kamu, Caleb."  Matanya memohon dengan sangat. Dia menggunakan bola matanya yang besar berwarna hitam itu untuk meluluhkan hati Caleb. Pria itu mendesah tidak percaya apa yang dia dengar.  Bagaimana dia bisa memintanya untuk melepaskan cinta sejatinya? Cinta pertama dan terakhir Caleb di dunia? Caleb menunduk dan menatap jemari Aruna yang di genggamannya. Wanita itu tersadar lalu segera melepaskan tautan jari mereka. "Jika kamu sayang aku, maka kamu akan melepaskan aku, jikalau memang kita memang  ditakdirkan bersatu, maka kita akan kembali bersama,"  bujuk Aruna. Sebenarnya dia sudah tidak sabar, dan ingin meninggalkan  Caleb.  Cinta Caleb yang  berlebihan membuat dirinya sesak, dia merasa dituntut untuk mencintainya sama seperti itu, tapi Aruna tidak bisa. Dia masih ingin merasakan dipuja oleh pria lain, Dia masih muda, masih 25 tahun sudah seharusnya dia melanjutkan  hidupnya dan merasakan cinta yang baru. Caleb memang tampan, matanya yang berwarna coklat kehijauan selalu membuat Aruna terpana. Tapi jika dia mulai berbicara, Aruna langsung bosan. Seakan-akan hidupnya hanya berkisar disitu-situ saja. Aruna mau berpetualang,berjalan bersamanya seakan berjalan di tempat. Sedangkan Aruna mau berlari melalui jalan yang berbeda, bukan jalan yang nyaman karena sudah terbiasa. Pria itu menatap sedih kekasihnya yang ternyata merasa dirinya tidak cukup. Padahal dia sudah memberikan segalanya bagi wanita di hadapannya itu. Kini dia memintanya untuk melepasnya. Bagaimana bisa? Bagaimana dia bisa menghancurkan semua yang sudah Caleb rencanakan di depan?  “Aku kurang apa? Aku bisa berubah,” ucapnya dengan suara tak yakin. Aruna mendesah tidak sabar. Dia sudah berjanji dengan Indra untuk menonton bioskop sebentar lagi, jangan sampai saat pria itu datang Caleb masih ada.  “Tidak ada, tidak ada kesalahan pada dirimu, aku yang salah…aku yang ingin sesuatu yang baru… aku bosan. Lepaskan aku, Caleb,” desahnya sambil melihat jam tangannya. Wanita itu seakan sangat tak sabar untuk mengusir Caleb. Sakit di hatinya tak tertahan lagi.  “Oke Caleb? Bisakah kamu pergi? Aku tidak nyaman melihatmu dulu,” usirnya dengan dingin. Caleb menatap bola mata hitam Aruna dengan tidak percaya, bagaimana bisa dia mengusirnya seperti itu? Dia yang baru pulang dari dinas, langsung menuju kosannya, karena teramat rindu dengan kekasihnya. Tapi, kekasihnya ternyata tidak mencintainya lagi, dengan kejam Aruna malah menyuruhnya pergi dan melepaskannya? Apakah hubungan mereka yang sudah menahun itu tidak ada artinya bagi wanita ini? Caleb mengangguk dengan sedih, dia menahan perasaannya dalam-dalam. Sakit di hatinya sudah biasa dia pendam. Dia tersenyum lalu mengusap rambut Aruna dengan lembut. “Baiklah jika itu maumu, aku akan melepaskanmu, selamat tinggal Aruna, putri fajarku.” Dia berbalik sebelum air matanya terjatuh. Dia membuka pintu mobil dan segera meninggalkan wanita itu.  Aruna merasakan kelegaan yang luar biasa di hatinya, “Akhirnya aku bebas, aku bisa terbebas dari Caleb yang membosankan itu, sudah seharusnya aku melakukan ini sejak lama,” pikirnya dalam hati. Walau ada rasa aneh yang masuk dalam hatinya saat merasakan sentuhan lembut Caleb untuk terakhir kalinya tadi.  Tapi dia tak sempat meresapi perasaannya tadi, karena Indra sudah datang. Pria itu adalah atasan Aruna, pria yang sempurna, yang lebih dewasa, dan mapan. Walaupun tidak setampan Caleb, tapi pria itu tahu bersenang-senang. Mereka melakukan hal yang menegangkan, hal-hal yang membuat hati Aruna berdebar kencang. Senyumnya merebak saat pria itu turun dari mobil. “Sudah lama kamu menunggu? Seharusnya di dalam saja menunggunya, buat apa kamu berdiri di depan kosan, nanti kamu masuk angin, kalau kamu sakit nanti aku yang susah,” rayu pria bermulut manis itu. Aruna tertawa kecil, pria ini memang selalu pintar bicara. “Aku sudah tak sabar, ayo kita pergi,“ ucap Aruna segera merangkul tangan pria itu, tanpa sadar mobil Caleb masih terparkir di ujung jalan dan matanya menatap semua peristiwa itu dengan sedih.  "Ternyata dia malah sudah memiliki  kekasih baru," desah Caleb  sedih. Dia merasa seperti pecundang, sejak kapan wanita itu sudah mendua? Padahal dulu wanita itu yang berjanji untuk selamanya bersama dia. Caleb mengepalkan tangan dengan marah lalu memukul setir sampai tangannya sakit. "Dasar bréngsék!" makinya tidak terima. Dia menghela napas melihat mobil itu melaju lalu segera mengikuti mobil itu kemana. Dia tahu seharusnya dia tidak melakukan itu, tapi Caleb sangat kesal. "Memangnya kelebihan pria itu dibanding dirinya apa?" tanyanya dengan amarah di dalam hati.  Namun saat mobil itu berbelok ke restoran dan melihat tawa Aruna yang lepas. Caleb segera merasa kalah. Sepertinya memang dia bahagia  bersama pria itu. Hati Caleb  seperti ditusuk saat menyadari itu. Dia mendengus kalah lalu berjalan pulang. Caleb berencana untuk pulang dan meratapi nasibnya, namun baru dia mau mengarahkan mobilnya kesana, handphone-nya  kembali berdering. "Yap."  "Kakak dimana? Kita sudah menunggu lama nih, Noella lapar, kalau masih lama kami mau makan dulu," ujar adiknya dibalik telepon. Caleb memaki dalam hati sambil memukul setir. Bagaimana bisa dia melupakan janjinya menjemput Kana adiknya? Caleb segera menuju stasiun kereta dan untuk sesaat dapat melupakan luka di hatinya. Sebenarnya Caleb  tidak mengerti bagaimana adiknya yang pendiam dan cenderung pemarah bisa memiliki sahabat yang sangat ceria dan bersemangat seperti Noella. Mereka sudah bersahabat sejak SMP, sampai pada akhirnya Caleb merasa memiliki dua adik perempuan. Adiknya berambut hitam legam yang selalu di potong pendek, berkebalikan dengan Noella yang berambut panjang pirang kecoklatan. Rambut lebatnya itu bergoyang mengikuti gerakan kepalanya yang heboh saat wanita muda itu melambai kepada Caleb penuh semangat. Sedangkan adiknya hanya mendengus dan menatapnya dengan senyuman tipis Kedua wanita muda itu baru kembali dari Bandung setelah lulus kuliah. Setidaknya malam ini akan menjadi malam yang ramai. "Baguslah tidak ada Aruna," ujar Kana saat masuk  ke dalam mobil Caleb. Kakaknya tidak memberikan reaksi apa-apa.  Kana merasa aneh, biasanya wanita itu selalu ada di samping kakaknya, kenapa hari ini tidak ada? "Asyik nggak ada Kak Aruna, aku bebas memeluk kakakku," pekik Noelle yang tanpa aba-aba memeluk tubuh Caleb, pria itu segera mendorongnya menjauh. "Aku kangen, Kak Caleb kangen nggak sama aku?" tanya Noella mengerjapkan matanya berulang kali sambil meletakkan jemarinya di wajahnya yang cantik. "Nggak," jawab Caleb asal. Tapi dia membukakan pintu buat Noella untuk masuk ke mobil. Kana segera duduk di kursi belakang tanpa bicara.  "Ish kakakku begitu deh," celoteh Noella sambil mengedipkan matanya sebelah.  Noella  menutup kembali pintu mobil dan malah membuka pintu bagian samping supir. "Mumpung nggak ada Kak Aruna, aku mau duduk disamping kakakku sayang. Dia membuka pintu mobil dan duduk di kursi penumpang sebelah Caleb dengan senyum mengembang. Caleb mendesah dan segera masuk ke dalam mobil. "Jadi, kamu mau diantar kemana?" tanya Caleb kepada Noella yang tak henti-hentinya memandangi Caleb, sampai pria itu merasa jengah. "Kupikir rumah kita kan kosong, dan ada kamar lebih, bagaimana jika Noella tinggal bersama kita, daripada dia ngekos lagi?" tanya Kana tiba-tiba. "Hah, jangan bercanda kamu, Kana?"  "Aku akan bayar sewa, aku akan bantu beberes rumah, aku mohon Kak. Apakah kakak tega membiarkan wanita cantik sepertiku tinggal di kosan sendiri, yang tidak tahu keamanannya?" bujuk Noella segera meletakkan kepalanya di pundak Caleb. Pria itu segera beringsut menjauh sampai Noella tak dapat meletakkan kepalanya lagi. Wanita itu menghela napas panjang dan memandang Caleb dengan tatapan memelas. Caleb pasti sudah gila saat akhirnya dia menyerah dan mengangguk pasrah. Noella memekik  keras serta memeluk pria itu dengan senang. Tanpa sadar dia tersenyum tipis.  "Mungkin ramai seperti ini boleh juga," pikirnya dalam hati. Noella masih melonjak-lonjak gembira,  sampai tiba-tiba  wanita itu mengecup pipinya. "Aish, Noella! Kalau mau tinggal bersama kami kamu harus janji, nggak ada asal peluk, atau cium seperti  tadi." Noella sepertinya juga terkejut akan tindakan spontannya. Dia mengangguk malu. "Janji?" tegas Caleb menatap wajah mungil wanita muda itu. Yang ternyata tersipu malu. Timbul rasa geli di hati Caleb. "Sepertinya suasana rumah mereka akan berubah total jika ada Noella  disana." pikir Caleb geli melihat perubahan wajah Noella.  "Janji," jawabnya pelan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
64.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook