Kana memandang ruko pertama yang hendak dia sewa. Kalau dari sisi barunya, ruko ini jelas lebih baru daripada ruko yang Ari tawarkan. Ruko ini benar-benar baru, belum ada yang pernah menempatinya. Tapi letaknya di tengah-tengah dan jauh dari jalan, sehingga sepertinya promonya akan sulit karena pengunjung akan susah melihat dari jalan. “Tenang Kana, pasti ada yang lain, masih banyak ruko dalam list mu, kemarin kamu sudah menghabiskan bateraimu karena mencari ruko.” Wanita berambut pendek itu berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri. Tapi setelah bersusah payah ke ruko yang kedua, dia kembali kecewa, ruko yang ini walau di pinggir jalan tapi letaknya jauh sekali dari peradaban. Kana sampai takut sendiri saat berjalan menuju ruko itu. “Haish, menyebalkan sekali sih, ternyata susah

