Jantungnya berdebar kencang, karena baru kali ini dia menyentuh bibir Noella. Dia menyesal karena selain membuat kakinya terkilir, dia juga sudah membuat luka di bibir Noella. Ketika wanita itu mendesah, Caleb segera menarik tangannya dan segera memaki dirinya. “Astaga apa yang barusan aku lakukan? Kenapa aku menyentuhnya seperti ini. Noella itu adikmu Caleb bukan wanita sembarangan! Dia mendengus kesal lalu mencoba membangunkan Noella yang sudah tertidur lelap. Napasnya sudah terdengar teratur dan matanya terpejam rapat-rapat. Usaha Caleb sia-sia. Noella malah jatuh dalam gendongannya. “Haish, wanita ini memang selalu begini kalau tidur seperti kerbau, tidak akan terbangun kalau belum pagi.” Caleb mengerang lalu menggendong wanita itu untuk masuk ke kamarnya sendiri. Dengan susah payah

