Jessy menghela napasnya berat. Dia berusah amengatur napasnya untuk kembali normal. Tadi dia benar-benar kaget saat melihat seseorang tiba-tiba membekap mulutnya dari belakang. Padahal sedari tadi dia mengawasi monitor semua kamera pengawas yang ada di depannya dan tidak ada satu orang pun yang berjalan mendekat ke arahnya. Dia meraih apa pun yang ada di hadapannya dan memukulkan ke kepala orang itu. Orang itu terjatuh dan Jessy langsung merebut pistol yang tergeletak tak jauh dari orang itu. Dia pun langsung melepaskan tiga kali tembakan untuk memastikan jika orang itu benar-benar mati. Reihan dan Queen menghentikan langkah mereka saat melihat Jessy sedang membungkukkan tubuhnya. Mereka berdua pun bernapas lega, karena bukan Jessy yang tertembak. Reihan langsung mengajak mereka berdua u

