Suara langkah kaki terdengar mendekat, Reihan pun bersiap. Walaupun matanya masih terpejam, tapi kesadarannya sudah sepenuhnya pulih. Dia menunggu apa yang akan dilakukan oleh orang yang datang saat ini. Pintu besi tempatnya di kurung dibuka perlahan oleh orang itu. Dia pun berjalan mengendap-endap, mungkin dia takut membangunkan singa yang dikurung di sebelah. Reihan membuka sedikit matanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh orang itu. Tempat ini gelap tidak ada lampu sama sekali. Dia hanya bisa melihat orang itu karena cahaya dari lampu jalan yang ada di luar. Reihan dapat melihat orang itu menyuntikkan sesuatu kepada Bagus. ‘Apa itu? Apa gue juga bakal dapet suntikan?’ Tanya Reihan dalam hatinya. Bagus yang terkejut karena terkena jarum suntik pun berusaha meronta, tapi sat

