Reihan masih mematung di tempatnya saat ini. Dia masih mengamati apa saja yang akan terjadi jika dia bertindak. Bagus saja bisa diperlakukan seperti itu oleh orang satu ini. Yang pasti orang ini tidak akan sungkan untuk menghabisi nyawa seseorang jika dia menginginkannya. Reihan takut salah langkah dan menyebabkan nyawa Queen dan juga Jessy dalam bahaya. Karena targer dari Wicaksono adalah dua orang itu. Reihan yakin, salah satu dari mereka dapat dia jadikan alat untuk menekan Tuan Edwar dan juga Nyonya Stephani. Reihan berpikir pasti Wicaksono tidak mau jika namanya tercemar akibat kasus yang selama ini dia tutupi. “Jadi, apa keputusanmu, Reihan? Apakah kau mau Bergabung bersamaku dan menjalin kerja sama? Bisnis ini sangat menguntungkan. Aku bisa meraup untung banyak dalam waktu satu ta

