Wicaksono

1020 Kata

Hari ini Reihan bertemu dengan Bagus. dia harus mendengar laporan Bagus mengenai orang-orang yang ingin membunuh Jessy dan juga Queen. Reihan sudah menunggu lebih dari tiga puluh menit tapi Bagus belum juga terlihat. Nomor telepon yang biasanya dia hubungi pun tidak aktif dan panggilannya di alihkan. Reihan pun mulai bertanya-tanya apa yang terjadi saat ini. Reihan menyesap kopi susunya perlahan, dan saat ingin meletakkan cangkir itu kembali ke meja, ada seseorang yang berdiri di belakangnya. Reihan hendak menoleh ke belakang dan melihat siapa yang datang, tapi gerakannya terhenti saat dia merasakan sesuatu yang ada di pinggangnya. “Sebaiknya kau ikut dengan kami. Jangan mencoba memancing keributan, karena jika kau melakukan itu dua wanita yang selama ini kami awasi akan langsung kami ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN