Jessy dan Queen membuka pintu kamar yang akan menjadi tempat mereka tinggal selama di Jenewa. Kamar ini sangat nyaman, sepertinya pilihan mereka untuk menerima tawaran Reihan sudah benar. Entah apa jadinya jika Jessy masih ngotot ingin menginap di hotel klasik yang dia pilih tadi. Mereka harus menunggu selama empat hari lagi untuk bertemu dengan utusan dari BIN. Jika sesuai dengan apa yang dikatakan pimpinan mereka, pada hari itu mereka akan langsung pulang ke tanah air bersama orang itu. Pimpinan BIN mengatakan jika waktunya sudah tiba dan nama mereka berdua sudah dibersihkan dari tuduhan penghianatan, barulah mereka dijemput untuk kembali ke tanah air. "Kak, kira-kira apa yang dikatakan oleh Reihan itu benar nggak ya?" Jessy pun mulai bertanya-tanya. "Entahlah, tapi dari apa yang dia

