Leon, cowok itu menghela napas, bertopang dagu. Menatap kembalinya Ina dari kegiatan sekedar membuang sampah plastik di tempat sampah khusus non organik. Cewek cantik itu mengelap sisa-sisa es krim di sudut bibirnya. "Kenapa, Yon? Masih mau kekeh ajak Gue buat jadi partner Lo?" Tanyanya sembari mulai duduk di kursi tempatnya. Leon, cowok itu menggeleng lemah. "Bukan, Nar. Tapi, Gue mau bahas hal yang lebih serius." Ucap cowok itu dengan tatapan mata menyakinkan. "Permisi, kak. Ini pesanannya yah." Ucap ramah pelayan yang tiba-tiba datang dan segera menaruh dua kopi itu di meja mereka. "Iya apa? Gue kan bukan Dilan yang bisa ramal maksud Lo. Apalagi ini Lo nggak ngomong apa-apa." Celetuk Ina, sembari menggeser kopi miliknya. "Nar, Gue serius." Ucapan Leon benar-benar terlihat tidak ma

