Tak butuh waktu lama, akhirnya Inara keluar juga dari ruang ganti pakaian. Tentunya dengan tampilan wajah yang sama, sama cantiknya, bahkan semakin cantik karena baju yang ia kenakan yaitu pakaian modern simpel yang terlihat anggun dan elegan. Inara dari kejauhan tampak ingin menghampiri Leon, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. "Kenapa? Ada apa?" Tebak Leon, cowok itu tampak senang sembari mengeluarkan dompetnya, lalu memberikan kartu andalan, black cardnya. Ina menghela napas, "Gak cocok, gak sih? Bandrolnya mahal banget. Bisa buat makan berapa tahun, coba?" Keluh Ina. Leon, cowok itu bukannya menjawab pertanyaan cewek itu, dia malah menggandeng tangan mungil itu ke depan kaca besar yang telah disediakan oleh toko ini. Tangan besar cowok itu bertengger di kedua bahu kecil Ina

