Benar-benar Pergi

1392 Kata

"O-oke, Kalau Lo maunya gini." Leon, cowok itu tersenyum paksa, lalu pergi meninggalkan Inara sendirian. "Maaf, Yon. Gue cuma beban buat Lo." Gumamnya disertai senyim simpul. Cewek cantik itu melangkah pergi. Sebetulnya Inara tidak ingin benar-benar pisah. Tapi, sepertinya takdir mereka berkata lain. Mereka benar-benar berpisah kali ini . . . Sekarang, Inara, cewek itu sudah naik ke kelas sebelas. Begitu juga dengan Leon. Kelas mereka masih terpisah. Bahkan untuk kedua kalinya. Apakah ini memang pertanda kalau Leon harus melupakan Inara? Sejak hari olahraga itu, Inara mulai membuka diri lagi. Kini cewek itu perlahan-lahan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolahnya. Terlebih Asya dan Gaby, pertemuan mereka di perpustakaan waktu kelas 10 benar-benar menjadi awal dari kede

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN