Sementara di rumah minimalis nan sederhana. Cewek cantik yang tengah beristirahat di kursi reyot itu menghela napasnya. Dia baru saja tiba di rumah ini. Sangat letih. Dari jalan besar, cewek cantik itu tadi berjalan terengah-engah. Kepalanya juga masih pusing. Tapi, di pikiran Inara, dirinya tidak boleh terlalu lama untuk beristirahat. Biar bagaimanapun juga, ada banyak tugas menumpuk siap menantinya. "Haaahh …," Inara merentangkan kedua tangannya ke atas. Cewek cantik itu menggeliat. "Nar, ayok. Sekarang kerjain yang mana dulu, ya?" Tanya Ina, cewek itu memang terbiasa untuk ngomong sendiri. Hal itu sudah ada dari kecil, dia sudah terbiasa. Cewek itu diam, berkutat dengan pikirannya sendiri. Sementara tubuhnya sebenarnya membutuhkan istirahat. Dan hatinya penat. Sangat penat

