Apaan, sih? Ah, gila …! Kenapa, kenapa gue selalu senang di dekat Leon, sih? Padahal, gue harus bisa jauhin dia … Terus, sekarang jadinya gimana? Sesekali, lirikan mata itu terlempar pada mata besar cowok tampan yang juga tengah memperhatikannya. Menatapnya dengan senyum malu-malu. Senyum dengan kedua lubang sempipit membuat cowok itu semakin tampan! "Tunggu apa? Ayok, lari." Tanya Leon sembari menyambar telapak tangan merah ranum milik cewek tersebut, Inara. Yang diperlakukan hanya bisa terdiam tidak menentang. Bagaimana bisa, menentang kemauan cowok yang anda sukai? Tentu saja, tidak bisa, kan? Terlebih lagi, dia benar-benar memperlakukanmu seperti wanitanya!! Cewek mana yang tidak baper? Terlepas dari dia cowok baik-baik atau tidak, itu urusan belakang! Karena apa? Engk

