Hidung mancung nan ramping, tulang rahang yang tegas, alis yang tidak terlalu tebal, tapi rapi dan terukir indah. Juga bulu mata yang lentik nan lebat. Serta sedikit kantung mata yang membuatnya terlihat semakin lucu. Seperti panda mungil yang sedang terlamun. . . . Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya cowok itu kembali lagi. "Hosh … hosh …," dengus Leon, lagi-lagi keringatnya bercucuran dari dahi lebarnya. Kenapa cowok itu memilih lari? Padahal, jalan santai tentu lebih baik. "Nih, Nar." Ucap Leon, cowok itu memberikan sebungkus plastik hitam. Lantas, jemari-jemari mungil cewek itu, segera menyambar bungkusan tersebut, dan wajahnya melongok ke dalam isi plastik kresek tersebut. Makanan … Matanya seketika tertuju pada jajanan ringan yang tengah ia cari-cari. Apa ini? Apa iya

