Pagi ini Rica berjalan di koridor sekolahnya yang masih sepi. Langkahnya terasa berat karena lemas. Kantung matanya pun berubah warna menjadi lebih gelap karena kurang tidur. Bayangkan saja, jam dua pagi ia baru diperbolehkan pulang dari kantor polisi walaupun sudah ada Aryano yang mengurus dan menjemput mereka. Ceramah dikantor polisi memakan waktu berjam-jam. Belum lagi ketika pulang Aryano kembali memberikan dakwahnya kepada Rica dan Nino. Rica jadi teringat kembali. 'Jangan kasih tau bang Rio, Pa' Rica merengek begitupun dengan Nino. "Abang kalian harus tau semuanya. Mobil abang kalian masih disana, memangnya mau pakai apa mengurusnya jika surat-surat mobil saja diabang kalian." Nino semakin menekuk wajahnya begitu juga Rica. Kalau sudah berdebat dengan Papanya ini memang sudah di

