"Siang Kak Tari.." Rica menyapa Tari dengan riang saat melihat batang hidung sekretaris Dito itu masih duduk manis dibalik mejanya "Siang Rica. Pak Dito nya lagi sibuk didalam. Saya beritahu dulu ya-" perkataan Tari terputus saat melihat Rica sudah lebih dulu masuk kedalam ruang kerja Dito. Gagang telepon yang ada ditangan kanannya pun menggantung dengan wajah melongo kala melihat Rica yang melambaikan tangan kearahnya sebelum menutup pintu ruangan Dito. "Yaampun. Kena marah lagi ini" Tari terduduk lemas di kursinya. Pasrah dengan keadaan jika nanti Dito memarahinya. Rica masuk dengan senyum ceria seperti biasanya. Dan saat ia melihat kearah meja kerja berwarna hitam ditengah ruangan sana, senyumnya pun semakin mengembang. Disana pria itu tengah fokus akan laptopnya dengan kacamata anti

