Rica mencuci tangannya di wastafel toilet kantor Dito dengan mengusapnya hati-hati. Perih baru terasa semakin sakit saat ia membersihkan bekas tumpahan kopi tadi di air yang mengalir. Kondisi toilet lumayan sepi saat ini. Hanya ada dia seorang disana dan itu sangat menguntungkan bagi Rica karena ia tak perlu melihat situasi dulu saat akan menangis. Karena jujur saja, Rica ini adalah tipe orang yang tak suka dilihat orang lain jika sedang menangis. Ia hanya ingin orang lain melihatnya sebagai pribadi yang ceria saja tanpa tahu sisi lemahnya. Rica paling benci jika dipandang lemah. Perihnya luka dihati mengalahkan perih yang ada ditangannya ini. Pupus sudah harapannya selama ini. Tak ada secuil pun rasa sayang yang diberikan pria itu untuknya. Rica tahu kok, selama ini Dito membiarkannya

